Laman

Cari Blog Ini

Kamis, 04 November 2010

Pengelolaan Sampah Terpadu di Banjarsari, Cilandak, Jakarta Selatan

Pengelolaan Sampah Terpadu di Banjarsari, Cilandak, Jakarta Selatan
GAMBARAN INFORMASI
Pada tahun 1992, saat Harini Bambang, yang baru-baru ini menarik perhatian masyarakat nasional dan internasional, mulai terdorong untuk menghijaukan lingkungan tempat tinggalnya di Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, persis di dekat Jalan Fatmawati yang padat lalu-lintasnya. Sedangkan Banjarsari adalah nama sebuah RW (Rukun Warga). Usaha yang dilakukannya memang kecil tapi mampu menarik tetangganya untuk mengikutinya dengan membentuk suatu kelompok masyarakat yang dikenal dengan nama Banjarsari dan terus berkembang tanpa nama resmi. Sekarang kelompok ini mempekerjakan enam orang pegawai, termasuk ketuanya, Harini Bambang; wakil ketua, Nina Saleh; empat kader lingkungan terlatih (yang melaksanakan kegiatan peningkatan kesadaran lingkungan di tingkat masyarakat); dan dua orang relawan.

Rabu, 03 November 2010

Daftar Simpanan Makanan untuk Antisipasi Bencana

Penulis : prita daneswari
 
BENCANA dan musibah memang dapat datang kapan saja tanpa diduga-duga. Terlebih di Indonesia yang kini tengah menghadapi ancaman berbagai bencana. Meski erupsi Gunug Merapi dan tsunami di Mentawai sudah berlalu, buan hal yang tak mungkin bencana itu bisa saja datang kembali tanpa diperkirakan.

Terutama bagi Anda yang bertempat tinggal di wilayah rawan bencana, ada baiknya mempersiapkan diri dengan mempersiapkan stok makanan guna mengantisipasti kemungkinan terburuk. Namun, bukan sembarang makanan, kita juga mesti mengetahui makan apa saja yang tepat untu disimpan. Berikut beberapa syarat dan tips untuk merencanakan suplai makanan dalam keadaan darurat akibat bencana alam maupun musibah lainnya:

GREEN FESTIVAL 2010


Jangan Malu untuk "Nebeng"...

Oleh M Zaid Wahyudi
Bagi sebagian besar orang, saat akan menumpang atau memberikan tumpangan kendaraan kepada orang lain tentu akan berpikir panjang. Rasa sungkan, tak nyaman, hingga soal keamanan jadi pertimbangan untuk memberikan atau meminta tumpangan. Padahal, tindakan kecil ini bisa menyelamatkan bumi. 

OTONOMI DAERAH LAMPUNG (6)


Pemekaran Masihkah Perlu?

Jalan negara di jalan lintas pantai timur Sumatera di Tulung Pasik, Lampung Timur, rusak parah. Kerusakan infrastruktur ini mempersulit lalu lintas manusia dan aktivitas ekonomi di daerah.
Oleh M Fajar Marta dan Yulvianus Harjono
  Yulvianus Harjono
 
Laju pemekaran daerah di Provinsi Lampung berlangsung cukup pesat dalam dasawarsa terakhir ini. Sayangnya, pemekaran yang dilakukan kurang berhasil memenuhi tujuan awalnya, yakni mendekatkan akses masyarakat terhadap pelayanan publik, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah setempat. 

OTONOMI DAERAH LAMPUNG (5)

Ibu Kota Baru Pun Dirancang...

Di tengah pro-kontra dan kegamangan pemerintah menanggapi opsi perpindahan ibu kota, Pemerintah Provinsi Lampung selangkah di depan. Sebuah kota baru yang berwawasan lingkungan tengah dirancang, menggantikan fungsi Kota Bandar Lampung sebagai pusat pemerintahan.

Minggu, 31 Oktober 2010

OTONOMI DAERAH LAMPUNG (3)

Putra Daerah dan Aristokrasi Politik
Provinsi Lampung memiliki kondisi geopolitik unik, dikenal sebagai daerah transmigrasi terbesar di Tanah Air selama berpuluh-puluh tahun. Ini mengakibatkan kuatnya tarikan politik antara pribumi dan warga pendatang, khususnya Jawa.
Tarikan itu kian menguat pada era reformasi dan otonomi daerah, mulai dari percaturan pengurus partai, pertarungan gubernur dan bupati/wali kota, hingga ke urusan aparatur pemerintahan daerah.

OTONOMI DAERAH LAMPUNG (4)

Saatnya Bisa Lepas Landas

M Fajar Marta dan Yulvianus Harjono
Provinsi Lampung dikaruniai Tuhan kekayaan alam melimpah, mulai dari komoditas perkebunan, hasil laut dan tambang, hingga panorama indah. Sayang, modal kekayaan itu belum bisa dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Sebagian warga Lampung masih miskin. Dari 7,6 juta warga, penduduk miskin mencapai 1,5 juta orang (19 persen). Ini di atas angka kemiskinan nasional 13 persen. 

Ketika Pohon Terakhir dipotong

Ada pepatah yang mengatakan: "Ketika pohon terakhir dipotong, ketika sungai terakhir telah diracuni, ketika ikan terakhir telah tertangkap, maka kita akan menemukan bahwa kita tidak bisa makan uang."

Mobil Berbahan Bakar Jeruk Ciptaan ITS

TEMPO Interaktif, Surabaya - Ke depan, kita tidak perlu lagi pusing membeli baterai jika peralatan rumah tangga kita kehabisan energi. Ini setelah mahasiwa Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) berhasil menciptakan baterai dari sari buah jeruk atau lemon.

Kerja bahan bakar sari jeruk ini sunggulah sederhana. Liquida sari jeruk lantas diolah dengan perpaduan tembaga sulfat CuS04 kemudian dipadukan dengan ramuan khusus yang mereka rahasiakan.